Museum De Mata Trick Eye

By | November 29, 2018
No ratings yet.

Sekurang-kurangnya 120 gambar tiga dimensi terlihat penuhi dinding ruang lantai dasar Gedung Umar Kayam, Pasar Seni XT-Square, Yogyakarta. Tampak beberapa orang bergantian menanti giliran agar bisa berpose di muka gambar-gambar super besar yang dapat membelalakkan mata itu. Ada yang pilih untuk memanjat sebatang bambu bersama dengan seekor panda lucu, ada juga yang tidak diduga jadi demikian kebal sebab sukses tidur tiada terluka diatas beberapa ratus paku menganga. Semua bisa dikerjakan di ruangan berlabirin seluas 1600 mtr. persegi ini. Gambar-gambar tiga dimensi yang sejumlah besar hasil karya Petrus Kusuma ini mulai menempati labirin-labirin lantai dasar XT Square semenjak Desember 2013.

Mulai sejak itu juga, beberapa ribu pasang mata sudah nikmati sensasi tipuan tiga dimensi yang mempesona dalam bingkai-bingkai photo yang mereka abadikan. Sekilas, tidak ada yang berlainan pada gambar-gambar itu dengan gambar lainnya di luar sana. Akan tetapi, saat Anda sudah mengendalikan konsentrasi camera serta berpose sama dengan instruksi, jadi akhirnya juga mengagetkan. Anda seolah-olah tengah ada di satu tempat, lakukan penjelajahan beresiko atau bermain dengan beberapa profil terkenal. Satu tipuan mata yang prima! Bila biasanya pekerjaan bertandang ke museum cuma hanya nikmati beberapa benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya saja, lainnya perihal De Mata Trik Eye Museum.

Baca Juga : Gumuk Pasir Parangkusumo

READ  Bali – Mengapa Anda Harus Mengunjungi Bali dan Beberapa Saran tentang Cara Merencanakan Liburan Anda

Di museum ini, salah satunya pekerjaan yang harus dikerjakan pengunjung ialah berpose serta berfoto. Dengan berpose serta mengabadikannya dalam photo, jadi kesan-kesan tiga dimensi itu terlihat demikian jelas. Tidak bingung bila museum ini seperti surga buat siapapun yang menyukai bernarsis ria di muka camera, tidak perduli berapapun umur mereka. Sebab memang diperuntukkan untuk pekerjaan berfoto, jadi Anda tidak butuh bingung mesti bergaya seperti apakah. Semasing gambar di museum ini mempunyai satu photo kecil yang disebut contoh pose yang perlu dikerjakan.

Diluar itu, beberapa property pendukung pengambailan gambar, seperti bangku kecil atau tangga untuk pertajam kesan-kesan tiga dimensi juga disediakan. Bila capek menelusuri setiap bagian museum serta berfoto dengan setiap gambarnya, Anda bisa beristirahat sesaat di kantin museum. Sarana Wi-Fi gratis yang disiapkan akan memudahkan Anda saat mengupload foto-foto ke media sosial. Biarlah saja dunia tahu jika Anda tengah liburan sengit di Jogja. Nah, Anda telah miliki photo waktu dikasih setangkai mawar putih oleh Sri Sultan HB X atau sundul bola yang dioperkan oleh Lionel Messi? Bila belumlah, coba datangi museum ini serta nikmati tipuan matanya.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published.