Kampung Adat Suku Praigoli

By | February 4, 2019
No ratings yet.

Kampung Suku Praigoli ialah suku pedalaman diwilayah Indonesia yang terdapat di Kepulauan Nusa Tenggara Timur Kab. Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Wanokaka ada kampung yang bernama kampung Praigoli. Satu desa kebiasaan yang masih tetap lakukan kebiasaan tiada dampak modernisasi, tidak hanya masyarakatnya yang masih tetap tradisionil, kampung ini meimiliki satu benda bersejarah berbentuk baru pendam yang sudah berusia beberapa ratus tahun.

Artikel Terkait : http://masterseo.esy.es/wisata/pantai-mbawana-sumba/

Konon tuturnya batu pendam tersebutdi bawa serta dari Sumba timur dari nenek moyang mereka cukup dengan memakai buntalan kapas.Di Suku Praigoli dalam penyambutan tamu diterima dengan tari Negu yakni tarian penyambut oleh beberapa wanita serta tari Kataga yakni tarian penyambut oleh beberapa pria. Lalu tamu dikasihkan kain selendang serta dibawa kerumah Taribang yakni rumah induk atau rumah kebiasaan suku praigoli, di rumah ini tamu dikasihkan sirih pinang menjadi satu sapaan untuk tamu, serta tamu akan dinamakan oleh sang pemilik rumah serta dengan hidung yang sama-sama bersentuhan menjadi salam sumba mereka tapi menurut kebiasaan mereka saat seorang dikasihkan nama, mereka mesti mengorbankan darah hewan seperti babi perumpamaannya. Dalam suku Praigoli, wanita yang lebih tua dari kita di panggil inak serta lelaki yang lebih tua dari kita di panggil amak.

Artikel Terkait : http://masterseo.esy.es/wisata/desa-penglipuran/

Suku Praigoli pun berternak tapi tidak mereka dalam kandang tetapi mereka memelihara serta berikan makan di bwaah kolong rumah mereka. Lelaki dalam suku Praigoli ada kegiatan sehari-harinya, yakni membuat senjata yang berbentuk tombak yang dimaksud pun Tuku Nibu. Tuku nibu ialah tombak yang dibikin dari logam besi yang mereka bakar lantas di pukul-pukul memakai palu yang besar sampai logam itu jadi tipis serta tajam.Suku Praigolo seringkali mencari Nyale pada pagi hari di pantai, Nyale ialah cacing laut yang cuma muncul satu tahun sekali pada musim panen, serta nyale itu dibikin makanan yakni Rodango Nyale, yakni Nyale serta kelapa yang telah dibuat menjadi makanan ciri khas suku Praigoli.

READ  Melihat Air Terjun Wai Marang

Artikel Terkait : http://mitraseo.hol.es/wisata/pantai-nyang-nyang/

Dalam suku Praigoli ada yang namanya Pasola, yakni pekerjaan kebiasaan yang cuma dikerjakan satu tahun sekali dengan sama-sama lempar lembing pada dua tim saat bulan purnama serta makin banyak darah yang bercucur dipandang makin baik sebab mengisyaratkan keberhasilan panen. Sejarahnya bermula dari seseorang wanita dari kampung Waykhuwang yang diculik oleh pria dari kamoung kodi sampai pada akhirnya nampaklah pertikaian pada ke-2 desa itu. Sesudah hari jadi sore, beberapa wanit suku Praigoli pergi ambil air dengan alat yang dimaksud Arung tanah serta di tempatkan di atas kepala mereka yang sama juga dengan kendi. Mereka ambil air disebuah mata air yang bernama Mata wei teikapilit sebagai sumber penghidupan suku Praigoli.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *